Beranda > Agama, Artikel, ISLAM > Terorisme bukan JIHAD !

Terorisme bukan JIHAD !

Bismillah.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Seringkali kita dengar berita di televisi tentang perburuan para terorist, di mana ada suatu kata yg sering kita dengar diseputar pemberitaan tersebut, yaitu kata “JIHAD. Pemerintah & para ulama banyak yg memperingatkan masyarakat agar jangan sampai mendapat pemahaman yg salah dg kata “Jihad” ini. Sebenarnya apakah yg dimaksud dg Jihad?

Jihad bukanlah perang suci atau perang apapun yg dilakukan oleh orang muslim, seperti yg banyak dikeliru-artikan oleh kalangan non muslim, bahkan juga oleh kalangan muslim sendiri. Jihad berasal dari kata bahasa Arab : Jahadah, yg artinya adalah : berusaha keras atau berjuang. Berjuang di sini konteksnya bisa bermacam-macam dan berbeda-beda tergantung dari siapa yg melaksanakan, dan apa tujuannya. Yg melakukan juga bisa seorang muslim maupun non muslim. Seorang siswa yg berusaha keras untuk menguasai pelajaran dan mendapat nilai yg baik, adalah berjihad. Seorang karyawan yg berusaha keras untuk memberikan hasil kerja yg terbaik adalah juga berjihad.

Jihad juga bisa dibedakan dari niat dan tujuannya. Jihad yg dilakukan di jalan Tuhan disebut Jihad Fisabilillah, dan jihad yg dilakukan bukan dijalan Tuhan berarti melakukannya di jalan syaitan, yaitu Jihad Fisabisyaitan. Bila tidak dispesifikasikan, secara umum dalam Islam jihad yg dimaksud adalah Jihad Fisabilillah.

Lalu, kalau ada bermacam-macam jihad, jihad apa yg terbaik?

Jihad yg terbaik adalah tergantung dari posisi tiap-tiap orang itu sendiri.

Hal ini dapat dilihat pada beberapa hadist nabi Muhammad SAW saat menjelaskan pada beberapa sahabat yg bertanya dg jawaban2x yg juga berbeda-beda :

Jihad yg terbaik adalah melaksanakan ibadah haji yg sempurna”,

Jihad yg terbaik bagimu adalah melayani orang tua-mu”,

Jihad yg terbaik adalah mengatakan yg sebenarnya dalam melawan kebatilan”,

Orang yg berjihad adalah orang yg berjuang melawan nafsu dirimya sendiri”.

Jadi jihad yg terbaik adalah tergantung dari tipe, niat, dan posisi orang itu sendiri.

Salah satu Jihad yg terbaik bagi seorang muslim adalah : Berdakwah menyampaikan ajaran & kebenaran Islam pada yg belum mengetahuinya.

Jadi jihad bukanlah perang suci seperti yg banyak dikira orang, walaupun dalam posisi tertentu jihad bisa diartikan sbg berperang, yaitu bila seorang harus maju ke medan perang utk melawan kebatilan & ketidakadilan. Perang suci dalam bahasa arab tidak pernah disebutkan dalam Al-Qur’an ataupun hadist nabi. Kata perang suci justru pertama kali dipakai oleh para pejuang perang salib dari Eropa saat menyerbu Yerussalem yg saat itu merupakan bagian dari wilayah jazirah arab Islam sejak jaman khalifah Umar bin Khatab. Kemudian kata jihad sebagai perang suci mulai dipopulerkan oleh para orientalist (orang di barat yg mempelajari ilmu2x ketimuran) saat menulis tentang Islam, baru kemudian secara salah kaprah banyak diikuti oleh orang2x non muslim maupun orang2x muslim sendiri.

Saat ini orang2x di “barat” banyak mempropagandakan Islam sebagai agama kekerasan yg tidak mencintai perdamaian, baik untuk tujuan & kepentingan tertentu maupun hanya berdasarkan ketidaktahuan & ketidaksukaan saja. Tentu saja pendapat itu sangat tidak benar. Islam sangat mencintai perdamaian. Kata “Islam” sendiri berasal dari kata “wassalam” yg artinya : damai. Islam memperbolehkan perang dan membunuh adalah sebagai cara terakhir dalam upaya untuk melawan kebathilan dan pihak2x yg tidak menginginkan adanya kedamaian. Untuk itupun ada aturan2x yg harus dijalankan.

Beberapa ayat di al-Qur’an menyatakan (dalam terjemahan) :

QS : Al Maidah 32 : “…barang siapa membunuh seorang manusia, bukan karena ia membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.”

QS : Al-Baqarah 190 : “dan perangilah di jalan Allah orang2 yg memerangimu, tapi jangan melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang2 yg melampaui batas.”

QS : Al-Baqarah 193 : “dan perangilah mereka itu hingga tak ada fitnah lagi…”

QS : Al-Hajj 39 : “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.”

Jadi jelas Islam sangat menghargai kehidupan. Islam melarang membunuh orang tak bersalah. Islam membolehkan memerangi orang di jalan Allah hanya kalau diperangi & dianiaya, itupun tidak boleh melampaui batas dan hanya dilakukan hingga tak ada fitnah lagi, tidak boleh terus2xan tanpa aturan.

Sedangkan beberapa ketentuan dari Al-Qur’an & Hadist dalam melakukan peperangan di jalan Allah, yaitu : dilarang menyakiti perempuan, anak2x, orang2x tua di rumah, masuk tempat ibadah, menyakiti orang saleh, membakar/menebang pohon, dan membunuh binatang. Jadi ada aturan mana yg boleh & tidak boleh.

Islam juga sangat melarang umatnya untuk melakukan bunuh diri.

Dari sini bisa kita ketahui bahwa para terorist yg siap mengacau dg bom bunuh diri-nya itu adalah sangat bertentangan dg ajaran & semangat Islam. Bila Islam melarang membunuh orang tak bersalah dan melarang melakukan bunuh diri, bagaimana mungkin ada orang-orang yg mengenakan topeng, membawa bom, lalu mendemonstrasikan cara menarik picu bom sambil mengucapkan “Allahu Akbar” sbg persiapan melakukan peledakan bom bunuh diri untuk membunuh orang2x tak bersalah (seperti isi rekaman video milik Nurdin M. Top yg sempat ditayangkan di TV beberapa waktu lalu), menyatakan mereka sedang berjihad atas nama Tuhan atau agama?

Mungkin bisa kita renungkan komentar yg dulu sering diucapkan oleh tokoh2x Islam tentang terorist, yaitu : Tidak peduli KTPnya Islam, Kristen, Hindu, Budha, dll, yg jelas teroris itu adalah bukan orang beragama!

Memang sejak jaman nabi Muhammad sampai sekarang, banyak orang Islam yg terjun ke dalam medan pertempuran melawan kebatilan untuk mengejar kemenangan atau mati syahid. Kita harus dapat membedakan mana kematian syahid dalam pertempuran dan mana kematian bunuh diri yg dilarang agama, mana bom syahid dan mana bom teror. Hal ini sangat penting sebagai pemahaman mendasar agar tidak mudah terprovokasi dg isu terorisme yg gencar dilancarkan media2x barat. Perbedaan keduanya yg dg mudah terlihat adalah : kematian syahid dilakukan di medan pertempuran dan/atau melawan musuh yg sedang dihadapi, sedangkan bom bunuh diri teroris dilakukan pada masyarakat awam yg tidak bersalah, tidak bersenjata, dan tidak sedang berperang.

Mungkin para pelaku terorisme yg mengaku beragama Islam itu bisa saja beralasan : “Lho, tentara2x mereka saja (Israel, Amerika & konco2xnya) membunuhi umat Islam dg semena-mena, jadi kita harus membalas mereka!”. Ya, itu memang benar, tapi bila ditanyakan apakah yg mereka lakukan itu adalah perbuatan biadab, jawabannya juga : ya. Lantas kalau kita mengetahui perbuatan mereka itu adalah biadab, apakah kita juga harus membalas mereka dg melakukan hal yg sama? Apakah kita harus membalas kebiadaban dg kebiadaban baru? Apakah kita rela menjadi orang biadab dg alasan untuk membalas pada orang2x biadab? Butuh pemikiran yg jernih untuk menjawabnya dg benar…

Kita juga tidak bisa mengatakan para terorist itu adalah pejuang2x jihad Islam hanya dari atribut yg dipakai spt memakai pakaian jubah arab yg banyak dipakai umat Islam, menyimpan Al-Qur’an, memelihara jenggot, memakai peci, dll. tapi mempunyai doktrin yg mendidik mereka untuk melakukan kegiatan terorist. Apakah kalau seorang anak sekolah yg mengenakan seragam sekolahnya lalu terlibat tawuran di luar sekolah sambil meneriakkan nama sekolahnya, lantas kita berpikir bahwa ia memang mewakili sekolahnya & memang diajari untuk tawuran di sekolahnya? Apakah kalau seseorang mengenakan “atribut” yg sering digunakan oleh orang2x Islam, lantas melakukan kegiatan terorisme, itu berarti mereka orang Islam, mewakili Islam, dan memang diajari untuk melakukan kegiatan terorisme? Anda bisa menjawabnya dg hati nurani & pikiran yg jernih.

Di sisi lain media barat seolah tidak peduli (dan memang tidak peduli). Standar ganda yg diterapkan oleh negara2x barat seperti Amerika Serikat & sekutu2xnya yg membela & melindungi habis-habisan kepentingan Israel dalam apapun yg mereka lakukan, baik ataupun buruk, telah menyuburkan munculnya teroris2x baru yg menyatakan berjuang melawan mereka. 32 kali veto yg dilakukan Amerika Serikat sebagai anggota tetap dewan keamanan PBB khusus untuk meloloskan Israel dari resolusi hukuman PBB atas kebrutalannya membunuhi penduduk di Palestina adalah bukti yg terlalu nyata untuk dibantah.

Dan sesungguhnya sekalipun mereka berteriak mengutuk, di sisi lain mereka juga menyukai hal itu, karena dg itu mereka bisa mempropagandakan Islam sebagai agama kekerasan yg mengajarkan terorisme, dan menjadikannya alasan untuk membenarkan tindakan mereka dalam melakukan tindakan terorisme massal yg brutal seperti membunuhi penduduk Palestina, Afganistan & Irak, merusak & menjajahnya, tanpa peduli dg alasan penyerangan yg tidak pernah terbukti.

Dan belakangan makin nyata terbukti mulut manis mereka untuk membebaskan rakyat Afganistan & Irak hanyalah bualan belaka. Yg terjadi malah ditebarkannya adu domba agar kelompok2x muslim saling bertikai seperti yg saat ini sukses mereka lakukan terhadap Palestina dg mengadu kelompok Hamas & Fatah, dan di Irak dg mengadu kelompok Islam Sunni dg Syiah. Mana mungkin dapat mengusir penjajah kalau energi umat Islam sudah dihabiskan untuk saling membunuh sesamanya? Dan tertawalah kaum zionis di singgasananya… Relakah kita melihat wajah carut-marut umat Islam seperti itu?

Sesungguhnya umat Islam dilahirkan sebagai umat terbaik di muka bumi ini, yg tidak lain adalah karena umat Islam mempunyai tuntunan mulia berupa Qur’an & hadits, yg bila diterapkan dg benar dapat membuat umat Islam menjadi sebuah kekuatan tiada banding yg sangat disegani & ditakuti oleh siapa saja musuh2x Islam. Umat Islam pernah disegani & ditakuti oleh semua musuhnya pada jaman Rasulullah Muhammad SAW, khalifah Umar bin Khattab, dan panglima pemenang perang salib Salahuddin Al-Ayubi. Dunia pernah mengakui kehebatan ilmuwan2x Islam seperti Al-Khemi, Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dll. Dan tidaklah mustahil untuk mewujudkan masa keemasan itu kembali.

Satu hal yg harus kita lakukan adalah bersatu & membangun diri dg dijiwai semangat Islam. Musuh2x Islam selalu berusaha memfitnah & mengadu domba adalah agar umat Islam selalu bercitra buruk, selalu bertikai sendiri sehingga terpecah belah, dan tidak sempat untuk membangun diri, sehingga tetap bodoh & mudah untuk dikuasai. Hal ini karena mereka tahu bahwa umat Islam mempunyai “sesuatu” yg apabila dibiarkan untuk bersatu & berkembang, maka umat Islam akan menjadi suatu kekuatan dahsyat yg tidak akan mampu mereka bendung.

Untuk itu pemahaman agama secara doktrinal harus disingkirkan jauh2x dan diganti dg pemahaman agama yg maju & kritis yg berlandaskan pada pemikiran & hati nurani, agar umat Islam tidak mudah diprovokasi untuk mengikuti kelompok2x yg berlabel Jihad, tapi ternyata hanya suatu kelompok teroris berkedok Islam yg ternyata justru diotaki & didanai oleh kelompok2x zionist sendiri, yg hanya memanfaatkan mereka untuk mencapai tujuannya membentuk citra Islam yg buruk sebagai agama terorist.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi saudara2-ku, baik muslim maupun non muslim untuk tidak termakan propaganda murahan pihak2x tertentu yg tidak menginginkan kedamaian & berusaha mendiskreditkan Islam & umatnya dg mengaitkannya dg terorisme.

Hanya dengan membangun kualitas diri kita masing2x secara bersama2x dg semangat Islam-lah pada akhirnya nanti akan dapat membangun dan membentuk suatu generasi umat Islam yg maju & bersatu, yg akan mengangkat kembali umat Islam menjadi sebuah kekuatan dahsyat yg tidak akan mampu untuk dibendung oleh siapapun musuh2x Islam.

Jadi marilah kita berjihad di jalur yg semestinya, sesuai dg posisi dan kebutuhan kita sendiri. Lakukanlah sesuatu apapun sbg yg terbaik yg dapat kita lakukan. Apabila kita bekerja dg sungguh2x untuk mencari nafkah, menghidupi istri & anak, membantu orang tua, dll, berarti kita sudah berjihad di jalur yg benar. Bila kita menimba ilmu secara sungguh2x untuk meningkatkan kualitas diri kita, maka kita juga sudah berjihad di jalur yg benar. Jihad Fisabilillah!

Maka bekerja keraslah secara cerdas, dan bekerja cerdaslah secara keras.

Tidak ada konsep yg lebih baik & lebih indah dalam melakukan segala sesuatu, dibanding mendasarkannya sebagai suatu ibadah dan perjuangan di jalan Allah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

-rkh-

(materi inti dirangkum dari video ceramah dr. Zakir Abdul Karim Naik, seorang ulama terkenal dari India, ditambah dg opini penulis)

  1. geger
    Desember 16, 2008 pukul 4:39 PM

    assalamua’laikum

    sebelumnya salam kenal mas rkh. senang rasanya membaca blos mas yang penuh pencerahan ini, apalagi TEntang VNC nya loo, jadi mau mencobanya. heheh

    ok mas saya quote pernyataan mas yang ini

    Mungkin para pelaku terorisme yg mengaku beragama Islam itu bisa saja beralasan : “Lho, tentara2x mereka saja (Israel, Amerika & konco2xnya) membunuhi umat Islam dg semena-mena, jadi kita harus membalas mereka!”. Ya, itu memang benar, tapi bila ditanyakan apakah yg mereka lakukan itu adalah perbuatan biadab, jawabannya juga : ya. Lantas kalau kita mengetahui perbuatan mereka itu adalah biadab, apakah kita juga harus membalas mereka dg melakukan hal yg sama? Apakah kita harus membalas kebiadaban dg kebiadaban baru? Apakah kita rela menjadi orang biadab dg alasan untuk membalas pada orang2x biadab? Butuh pemikiran yg jernih untuk menjawabnya dg benar…

    menurut pemikiran mas sendiri gimana .. ?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: