Beranda > Agama, Artikel, ISLAM > Keajaiban keseimbangan kata dalam Al-Qur’an

Keajaiban keseimbangan kata dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah sebuah kitab yang sangat luar biasa. Kitab suci umat Islam ini berisi ayat2x yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia. Al-Qur’an telah terbukti sebagai kitab yg tak lekang terhadap jaman. Setelah diturunkan sekitar 1400 tahun lalu, tidak satupun ayat2x di dalamnya yang berubah, semuanya masih sama persis seperti aslinya saat diturunkan pada nabi Muhammad SAW dan dibukukan oleh para sahabatnya. Al-Qur’an yg beredar sekarang isinya juga masih sama dengan Mushaf Utsmani (pembukuan Qur’an pada jaman khalifah Utsman bin Affan), dan masih tetap relevan untuk diimani oleh umat Islam pada jaman modern sekarang ini.

Al-Qur’an adalah kitab yg penuh dengan kejaiban yang banyak diantaranya berupa informasi menakjubkan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yg pada saat diturunkan sampai beberapa abad ke depan belum diketahui orang atau belum terbukti karena pemikiran & teknologi yg belum memadai. Banyak keajaiban2x informasi dari Al-Qur’an yang baru diketahui orang pada abad modern ini setelah teknologi cukup maju untuk membantu manusia menemukan & membuktikan informasi2x itu. Misalnya dalam bidang astronomi seperti dalam tulisan saya terdahulu “Atmosfir & tujuh langit”, bidang biologi & fisika seperti pada tulisan “Berpasangan dalam penciptaan” yg tidak mungkin terbayangkan oleh manusia pada 14 abad yg lalu saat ayat2x yg bersangkutan diturunkan. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur’an bukanlah hasil dari intelegensia manusia pada jaman itu, khususnya buah pikiran nabi Muhammad seperti yg dituduhkan oleh orang diluar Islam yg tidak mau mengakui bahwa Al-Qur’an adalah berisi wahyu Tuhan untuk seluruh umat manusia

Al-Qur’an banyak mengajarkan tentang konsep keseimbangan dalam kehidupan ini. Seperti keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan dunia dan akhirat, tidak seperti beberapa ajaran lain yg hanya mengutamakan pemenuhan kebutuhan akhirat saja atau malah hanya pemenuhan kebutuhan dunia saja. Al-Qur’an juga mengajarkan keseimbangan dalam hubungan antara manusia dg Tuhan dan manusia dg sesamanya, tidak hanya dg Tuhan saja ataupun hanya dg sesamanya saja. Konsep ibadahpun juga diajarkan untuk dilakukan secara seimbang antara ibadah rohani dan ibadah jasmani, dll. Yang mana semua itu bila manusia tidak melakukannya secara seimbang dapat mengakibatkan ketimpangan2x yg dapat berpengaruh tidak baik dalam kehidupannya. Banyak hal di alam semesta ini juga berjalan dg konsep keseimbangan, yg jika keseimbangan itu terganggu maka bisa berakibat terganggunya pula keserasian alam semesta ini

Konsep keseimbangan ini ternyata juga dilukiskan dalam Al-Qur’an secara menakjubkan dalam susunan kata yang dipakai pada ayat2x di dalamnya seperti menurut Dr. Tariq Al-Swaidan dan yg tertulis di buku Al I’jas Al Adabiy li Al Quran Al Karim karya Abdurrazaq Nawfal yg diungkapkan oleh Dr. M. Quraish shihab dalam bukunya “Membumikan Al-Qur’an”, yg berupa keseimbangan penggunaan kata dalam ayat2x Al-Qur’an yg kini telah dapat diungkapkan. Mungkin juga ini tidak lepas dari adanya teknologi modern seperti pemakaian sistem database dalam Al-Qur’an digital.

Beberapa contoh dari keseimbangan penggunaan kata tersebut adalah :

1. Keseimbangan kata yg bertolak belakang

  • Al-hayah (hidup) dan al-mawt (mati), masing2x disebut 145 kali
  • Al-naf(manfaat) dan al-madharrah (mudarat) masing2x disebut 50 kali
  • Al-har (panas) dan al-bard masing2x disebut 4 kali
  • Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi’at(keburukan) masing2x disebut 167 kali
  • Al- tuma’ninah (kelapangan / ketenangan) dan al-dhiq (kesempitan / kekesalan), masing2x disebut 13 kali
  • Al-rahbah (cemas/takut) dan al-raghbah (harap/ingin) masing2x disebut 8 kali
  • Al-kufr (kekufuran) dan iman (iman) dalam bentuk indifinite, masing2x disebut 8 kali
  • Al-shayf (musim panas) dan al-syita’(musim dingin) masing2x disebut 1 kali
  • Duniadisebut 115 kali dan akhirat disebut 115 kali
  • Malaikat disebut 88 kali dansyaitan juga disebut 88 kali
  • Penderitaandisebut 114 kali dan kesabaranjuga disebut 114 kali

2. Keseimbangan jumlah kata dengan sinonimnya (dua kata yg artinya sama)

  • AL-harts dan al-Zira’ah (membajak/bertani) masing2x disebut 14 kali
  • Al-uhbdan al-dhurur (membanggakan diri/ angkuh) masing2x disebut 27 kali
  • Al-aql dan al-nur (akal dan cahaya) masing2x disebut 49 kali
  • Al-jahr dan al-alaniyah(nyata), masing2x disebut 16 kali
  • Zakat disebut 32 kali dan barokah juga disebut 32 kali

3. Keseimbangan antara jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya

  • Al-infak(infak) dengan al-ridha (kerelaan), masing2x disebut 73 kali.
  • Al-bukl(kekifiran) dengan al-hasanah (penyesalan) masing2x disebut 12 kali
  • Al-kafirun (orang2x kafir) dengan al-nar/al-ahraq (neraka/pembayaran) masing2x disebut 154 kali
  • Al-zakah (zakat/penyucian) dg al-barakat (kebajikan yg banyak) masing2x disebut 32 kali
  • Al-fahisyah (kekejian) dengan al-ghadb (murka), masing2x disebut 26 kali

4. Keseimbangan jumlah kata dengan kata penyebabnya

  • Al-israf(pemborosan) dengan al-sur’ah (ketergesa-gesaan) masing2x disebut 23 kali
  • Al-maw’izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah), masing2x disebut 25 kali
  • Al-asra(tawanan) dengan al-harb (perang) masing2x disebut 6 kali
  • Al-salam (kedamaian) dan al-thayyibat (kebijakan) masing2x disebut 60 kali

5. Keseimbangan khusus

  • Kata yawm (hari) dalam bentuk tunggal disebut sejumlah 365 kali sebanyak hari-hari dalam setahun
  • Kata hari yg menunjuk pada bentuk plural (ayyam) atau dua (yawmayni) jumlah keseluruhannya hanya 30 kali, sama dg jumlah hari dalam sebulan
  • Kata yg berarti “bulan”(syahr) hanya terdapat 12 kali, sama dg jumlah bulan dalam setahun
  • Kata yg menunjuk pada utusan Tuhan, baik rasul (rasul), atau nabiy(nabi), atau basyir (pembawa berita gembira), atau nadzir (pemberi peringatan), keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama2x nabi, rasul, dan pembawa berita tsb, yakni 518 kali.

Subhanallah !

Apakah anda akan menganggap hal ini adalah suatu kebetulan yg amat-sangat-terlalu-banget kebetulannya? Sungguh sangat luar biasa, “kebetulan” yg semacam ini tidaklah bisa kita anggap hanya sebagai suatu kebetulan saja. Ada intelegensia di luar jangkauan manusia untuk dapat membuat kebetulan yg seperti itu.

Al-Qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad bukanlah seketika, atau seperti sebuah kitab utuh yg “jatuh dari langit”, melainkan diturunkan secara bertahap dalam kurun waktu yg sangat panjang : 22 tahun, 2 bulan, 22 hari dalam kehidupan nabi Muhammad. Banyak diantara ayat2x itu diturunkan kepada Rasulullah untuk memberikan jawaban dalam berbagai peristiwa yg terjadi saat itu, yg tentu saja tidak dapat diramalkan sebelumnya akan muncul kejadian seperti itu.

Mungkin Allah memang sudah merancangnya demikian untuk menepis tudingan orang2x yg menganggap Al-Qur’an adalah hasil buah pikiran atau rekayasa dari nabi Muhammad semata.

Kebetulan seperti itu mungkin saja dapat dirancang oleh seorang jenius kalau ayat2x itu diberikan oleh nabi Muhammad pada umatnya secara sekaligus sudah berbentuk buku dg keseluruhan ayat2x yg sudah lengkap. Tapi sangat tidak mungkin untuk dapat merancang susunan kata seperti itu dalam keseluruhan Al-Qur’an yg mana ayat2xnya diturunkan secara bertahap dalam waktu yg sangat panjang, dg banyak ayat yg diturunkan adalah untuk menjawab berbagai masalah yg terjadi dalam lingkungan nabi Muhammad saat itu.

Analoginya seperti ini. Kalau anda membuat sebuah tulisan di blog anda, bila anda cukup jenius, mungkin saja anda bisa merancang untuk membuat sebuah tulisan yg terdiri dari keseimbangan penggunaan kata seperti itu dalam tulisan anda. Tapi bila tulisan anda itu adalah merupakan kumpulan dari komentar2x anda pada tulisan di berbagai blog selama 2 tahun ke depan, yg mana anda tidak tahu tulisan apa yg akan anda komentari selama 2 tahun ke depan, adalah sangat mustahil kumpulan dari komentar2x anda selama 2 tahun itu dapat anda rancang dg menggunakan keseimbangan kata seperti itu.🙂

Hal ini tidak dapat dipungkiri lagi telah membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah merupakan kalam Illahi sejati yg diturunkan pada nabi Muhammad untuk disampaikan pada seluruh umat manusia.

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya”

-rkh-

  1. rkh
    Agustus 16, 2007 pukul 2:52 PM

    @maggie

    Alhamdulillah.. Terimakasih.
    Saya cuma seorang yg baru belajar & berniat terus belajar..

    Bagi saya…

    Tempat belajar itu cuma satu, dimana saja..
    Guru itu cuma satu, siapa saja..
    Bahan belajar itu cuma satu, apa saja..
    Waktu belajar pun cuma satu, kapan saja..
    Dan kepada siapa mengamalkan ilmu juga cuma satu, siapa saja..

    Kalau kita benar2x berniat belajar, insyaallah pintu ilmu juga akan dibukakan oleh Allah.. amin.

    Menurut saya..

    Kalau mau debat yg benar & paling baik ya langsung face-to-face bukan lewat media internet spt di forum atau milis2x. Dalam media2x semacam itu sangat mudah untuk menyembunyikan identitas, jadi orang sangat mudah untuk berdebat secara ngawur, tidak menghormati pendapat orang lain, & tidak mau mengakui kebenaran pendapat orang lain, bahkan saling menghina & mengatai agama & tokoh2xnya dg seenaknya.

    Sedangkan kalau face-to-face (apalagi ada orang lain yg menyaksikan) orang tidak akan seenaknya dalam berdebat, sebab ada rambu2x & rule yg harus diikuti kalau tidak mau kelihatan tolol & picik, kecuali dia memang sudah benar2x “bebal” 🙂

    Kalau mau melihat & belajar debat ilmiah yg berdasarkan logika, ilmu, & dalil yg valid, bisa cari video2x debat dari tokoh2x seperti Dr. Zakir Naik & Ahmed Deedat yg sudah banyak di-dubbing & diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

    Pesan saya : gunakan logika & hati nurani, bersikap kritis, dan jangan membatasi & menutup diri terhadap informasi.

    Jadi, ayo kita sama-sama belajar..

    O iya, saya belum jadi bapak & belum terlihat seperti bapak2x kok.. 🙂

    Salam,
    -rkh-

  2. maggie
    Agustus 16, 2007 pukul 8:53 AM

    wah…
    baru sekali ini saya baca …
    ngomong2 belajar dimana ya???
    ikutan boleh ga pak??
    ocree bgt ulasannya
    kalo debat yang bapak bilang itu yang pake logika dan referensi dimana ya???
    jadi pengen ikut (baca doang) belum dalam taraf ikut nimbrung

  3. Oktober 8, 2007 pukul 5:30 AM

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.,
    Tulisan mas bagus kok….salam kenal aja ya…

    wassalam….

    —————-

    rkh :

    Wa’alaikum salam wr.wb.

    Terima kasih. Salam kenal juga dari saya.. 🙂

  4. chibi^^
    Oktober 17, 2011 pukul 9:41 PM

    subhanallah…orang kayak saya perlu banget tulisan yang kayak begini🙂 ..buat memenuhi pertanyaan ini itu dalam batin dan otak yang bergejolak..hehe..😀
    this person is damn so brave enough !..dan semoga pengetahuan yg didapatkan adalah salah satu karunia dari-Nya, yang tidak semua orang mampu melakukannya.. hal-hal yang rancu di batin dan otakku banyak yg terjawab disini. this is gonna be my favorite site…….!!
    tunjukkan kami semua jalan yang lurus ya Allah…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: